Makalah Perkembangan
Peserta Didik
Perkembangan Aspek Bicara (Bahasa) Anak
Disusun Oleh :
Amelia Fitri (RSA1C411012)
Auliya Nurrahman (RSA1C411013)
Azrul Ahmar
(RSA1C411024)
International Standard
School Teacher Education of
Biology
UNIVERSITY OF JAMBI
2011/2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT ,
karena atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini kami susun sebagai tugas dari mata kuliah Perkembangan Peserta Didik dengan
judul “Perkembangan Aspek
Bicara (Bahasa) Anak”
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak
mendapatkan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak yang
telah bersedia membantu,terutama kepada Bapak Ali Sadikin,S.PdI., selaku dosen mata
kuliah Perkembangan Peserta
Didik.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini
masih banyak kekurangan baik dari segi materi yang disajikan maupun dari
struktur bahasa yang digunakan, itu semua tidak lain disebabkan oleh keterbatasan
yang kami miliki. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik, saran dan koreksi
yang membangun dari para pembaca.
Akhir kata kami harap makalah ini
dapat memberikan sumbangan yang berarti dan berguna bagi pembaca.
Jambi,
April 2012
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................ i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................... 1
1.2
Rumusan Masalah................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.2 Karakteristik Perkembangan Bahasa................................................... 3
2.3 Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Perkembangan Bahasa................. 4
2.4 Permasalahan
Perkembangan Bahasa.................................................. 5
2.5 Implikasi Perkembangan
Bahasa dalam Praktik Pendidikan
..... dan
Bimbingan..................................................................................... 6
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan.......................................................................................... 8
3.2 Saran.................................................................................................... 8
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................... 9
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan merupakan suatu perubahan yang berlangsung
seumur hidup dengan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks
dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi
dan kemandirian. Ciri-ciri perktumbuhan dan
perkembangan anak antara lain, menimbulkan perubahan, berkolerasi dengan
pertumbuhan, memiliki tahap yang beruutan dan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan
berbicara dan menulis merupakan suatu proses yang menggunakan bahasa ekspresif
dalam membentuk arti. Perkembangan berbicara pada awal dari anak yaitu
menggumam maupun membeo. Seorang bayi dari hari ke hari akan mengalami
perkembangan bahasa dan kemampuan bicara, namun tentunya tiap anak tidak sama
persis pencapaiannya, ada yang cepat berbicara ada pula yang membutuhkan waktu
agak lama. Untuk membantu perkembangannya, orang
tua dapat membantu memberikan stimulasi yang
disesuaikan dengan keunikan masing-masing anak.
Sejalan dengan
perkembangan kemampuan serta kematangan jasmani terutama yang bertalian dengan proses
bicara, komunikasi tersebut makin meningkat dan meluas, misalnya dengan orang
di sekitarnya lingkungan dan berkembang dengan orang lain yang baru dikenal dan
bersahabat dengannya.
Terdapat
perbedaan yang signifikan antara pengertian bahasa dan berbicara. Bahasa
mencakup segala bentuk komunikasi, baik yang’diutarakan dalam bentuk lisan.
tulisan, bahasa isyarat, bahasa gerak tubuh, ekspresi wajah pantomim atau seni.
Sedangkan bicara adalah bahasa lisan yang merupakan bentuk yang paling efektif
untuk berkomunikasi, dan paling penting serta paling banyak dipergunakan.
Perkembangan bahasa tersebut selalu meningkat sesuai dengan meningkatnya usia
anak. Orang tua sebaiknya selalu memperhatikan perkernbangan tersebtit, sebab
pada masa ini, sangat menentukan proses belajar. Hal ini dapat. dilakukan
dengan memberi contoh yang baik, memberikan motivasi pada anak untuk belajar
dan sebagainya.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa itu perkembangan bicara (bahasa) anak?
2.
Bagaimana karakteristik perkembangan bicara (bahasa )
anak?
3.
Apa faktor yang
mempengaruhi perkembangan bicara (bahasa ) anak?
4.
Apa dan bagaimana permasalahan dalam perkembangan bicara
(bahasa ) anak?
5.
Bagaimana implikasi perkembangan bicara (bahasa ) anak
dalam praktik pendidikan dan bimbingan?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Perkembangan Bahasa
Sesuai
dengan fungsinya, bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh
seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa
merupakan alat bergaul. Oleh karena itu penggunaan bahasa menjadi efektif sejak
seorang individu memerlukan komunikasi dengan orang lain. Sejak seorang bayi
mulai berkomunikasi dengan orang lain, sejak itu pula bahasa diperlukan.
Sejalan dengan perkembangan hubungan sosial,maka perkembangan bahasa seorang
(bayi-anak) dimulai dengan meraba (suara atau bunyi tanpa arti) dan diikuti
dengan bahasa satu suku kata, dua suku kata, menyusun kalimat sedrhana dan
seterusnya melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang kompleks sesuai
dengan tingkat perilaku sosial. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya
kemampuan penguasaan alat berkomunikasi baik alat komunikasi dengan cara
lisan,tertulis,maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai
alat komunikasi disini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami
dan dipahami orang lain.
2.2 Karakteristik
Perkembangan Bicara (bahasa ) Anak
Karakteristik
perkembangan bahasa anak dapat dijelaskan melalui beberapa tahap, yaitu :
- Tahap babbling/celotehan
Merupakan
ujaran yang memiliki satu kata tunggal seperti ma dan pa, ketika anak mulai melewati
periode ini mereka mulai menguasai aspek-aspek fonetik yang merupakan dasar
yang digunakan untuk mengucapkan perkataan.
- Tahap satu kata
Pada tahap ini
anak menggunakan bunyi yang berulang-ulang untuk makna yang sama seperti mama
dan papa, akan tetapi jika sudah memasuki umur satu tahun maka itu juga bisa
diartikan menjadi satu kalimat contoh: kata ma dapat diartikan (mama aku lapar)
dll, tahap ini terjadi antara 12 sampai 18 bulan.
- Tahap dua kata
Pada tahap ini
anak mulai bisa mengucapkan dua kata tetapi belum sempurna seperti papa ain
yang artinya (papa aku ingin bermain), mama ucu artinya (mama aku ingin minum
susu) dll, tahap ini terjadi antara usia 18 sampai 20 bulan.
- Tahap ujaran telegrafis
Pada tahap ini anak sudah bisa mengucapkan
ujaran kata ganda, sudah mampu membentuk dan mengurutkan kalimat yang benar,
bahkan sudah mulai mirip dengan bahasa orang dewasa.
2.3 Faktor yang
Mempengaruhi Perkembangan Bicara (bahasa) Anak
Secara rinci
dapat diidentifikasi sejumlah faktor yang mempengaruhi perkembangan bahasa,
yaitu:
a. Jumlah Anak Atau Jumlah Keluarga
Suatu keluarga yang memiliki banyak anggota keluarga, perkembangan bahasa anak lebih cepat, karena terjadi komunikasi yang bervariasi dibandingkan dengan yang hanya memiliki anak tunggal dan tidak ada anggota lain selain keluarga inti.
a. Jumlah Anak Atau Jumlah Keluarga
Suatu keluarga yang memiliki banyak anggota keluarga, perkembangan bahasa anak lebih cepat, karena terjadi komunikasi yang bervariasi dibandingkan dengan yang hanya memiliki anak tunggal dan tidak ada anggota lain selain keluarga inti.
b. Umur anak
Manusia bertambah umur akan semakin
matang pertumbuhanfisiknya, semakin bertambah pengalaman, dan meningkat
kebutuhannya. Bahasa seseorang akan
berkembang sejalan dengan pengalaman dan kebutuhannya. Faktor fisik akan ikut
mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara,kerja
otot-otot untuk melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. Pada masa remaja
perkembangan biologis yang menunjang
kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh
perkembangan tingkat intelektual anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi
dengan baik.
c. Kedwibahasaan (Pemakaian dua bahasa)
Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang menggunakan bahasa
lebih dari satu atau lebih bagus dan lebih cepat perkembangan bahasanya
ketimbang yang hanya menggunakan satu bahasa saja karena anak terbiasa
menggunakan bahasa secara bervariasi. Misalnya, di dalam rumah dia menggunakan
bahasa sunda dan di luar rumah dia menggunakan bahasa Indonesia.
d. Kondisi Fisik
Kondisi fisik disini dimaksudkan
kondisi kesehatan anak. Seorang yang cacat yang terganggu kemampuannya untuk
berkomunikasi seperti buta,tuli,gagap,organ suara tidak sempurna akan menganggu
perkembangan berkomunikasi dan tentu saja akan mengganggu perkembangan
bahasanya.
e. Kecerdasan
Anak yang memiliki kecerdasan yang tinggi, akan
belajar berbicara lebih cepat dan memiliki penguasaan bahasa yang lebih baik
dibanding dengan anak yang tingkat kecerdasannya rendah.
f. Kondisi Lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan
berkembang memberi andil yang cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa
dilingkungan perkotaan akan berbeda di lingkungan pedesaan. Begitu pula
perkembangan bahasa didaerah pantai,pegunungan,dan daerah-daerah terpencil
menunjukkan perbedaan. Bahasa pada dasarnya dipelajari dari lingkungan.
Lingkungan yang dimaksud termasuk lingkungan pergaulan yang berbentuk
kelompok-kelompok, seperti kelompok bermain, kelompok kerja, dan kelompok
sosial lainnya.
2.4 Permasalahan
dalam perkembangan bicara (bahasa ) anak
A.
Gangguan/bahaya didalam perkembangan
bicara pada anak yaitu :
1. Kelemahan
didalam berbicara (berbahasa) kosa kata
2. Lamban
mengembangkan suatu bahasa/didalam berbicara
3. Sering kali
berbicara yang tidak teratur
4. Tidak
konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua/guru.
B. Kesalahan yang umum didalam pengucapan/bahasa
(berbicara) pada anak yaitu :
1.
Menghilangkan satu suku kata/lebih biasanya terletak ditengah-tengah kata
contohnya : “buttfly” padahal
“butterfly”.
2.
Mengganti huruf/suku kata seperti “tolly” padahal “Dolly”, “handakerchief”
padahal “handkerchief”.
3.
Menghilangkan huruf mati yang sulit untuk diucapkan oleh anak
contohnya : z,w,s,d, dan g.
4.
Huruf-huruf hidup khususnya O yang paling sulit dikatakan anak (diucapkan)
5.
Singkatan gabungan huruf mati yang sulit diucapkan oleh anak
contohnya : “st, sk, dr, fl,
str”.
C. Perkembangan
berbicara merupakan suatu proses yang sangat sulit dan rumit. Terdapat beberapa
kendala yang sering kali dialami oleh anak, antara lain:
1.
Anak cengeng.
Anak yang sering kali menangis
dengan berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada fisik maupun psikis anak.
Dari segi fisik, gangguan tersebut dapai berupa kurangnya energi sehingga
secara otomatis dapat menyebabkan kondisi anak tidak fit. Sedangkan gangguan
psikis yang muncul adalah perasaan ditolak atau tidak dicintai oleh orang
tuanya, atau anggota kcluarga lain. Sedangkan rcaksi sosial tcrhadap tangisan
anak biasanya bernada negatif. Oleh karena itu peranan orang
tua sangat penting untuk menanggulangi hal tersebut, salah satu cara untuk
mengajarkan komunikasi yang cfcktif bagi anak.
2.
Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain.
Sering kali anak tidak dapat
memahami isi pembicaraan orang tua atau anggota keluarga lain. Hal ini disebabknn
kurangnya perbendaharaan
kata pada anak. Di samping itu juga dikarenakan orang tua sering kali berbicara
sangat cepat dengan mempergunakan kata-kata yang belum dikenal oleh .anak. Bagi
keluarga yang mcnggunakan dua bahasa (bilingual) anak akan. lebih banyak
mengalami kesulitan untuk memahami pembicaraan orang tuanya atau saudaranya
yang tinggal dalam satu rumah. Orang tua hendaknya selalu berusaha mencari
penyebab kesulitan anak dalam memahami pembicaraan tersebut agar dapat
memperbaiki atau membetulkan apabila anak kurang mengerti dan bahkan salah
mengintepretasikan suatu pembicaraan.
2.5
Implikasi
perkembangan bicara (bahasa ) anak dalam praktik pendidikan dan bimbingan
Kelas atau kelompok belajar terdiri
dari siswa-siswa yang bervariasi bahasanya baik kemampuannya maupun polanya.
Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi belajar mengajar bidang
bahasa dengna menfokuskan pada potensi dan kemampuan anak.
Pertama, anak perlu melakukan pengulangan (menceritakan kembali) pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri. Dengan cara ini senantiasa guru dapat melakukan identifikasi tentang pola dan tingkah kemampuan bahasa murid-muridnya.
Pertama, anak perlu melakukan pengulangan (menceritakan kembali) pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri. Dengan cara ini senantiasa guru dapat melakukan identifikasi tentang pola dan tingkah kemampuan bahasa murid-muridnya.
Kedua, berdasarkan hasil identifikasi
itu guru melakukan pengembangan bahasa murid dengan menambahkan pembendaharaan
bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh guru. Cerita
murid tentang isi pelajaran yang telah diperkaya itu diperluas untuk
langkah-langkah selanjutnya, sehingga para murid mampu menyusun cerita lebih
komprehensif tentang isi bacaan yang telah dipelajari dengan menggunakan pola
bahasa mereka sendiri.
Perkembangan bahasa yang menggunakan
model pengekspresian secara mandiri baik lisan maupun tertulis dengan
berdasarkan pada bahan bacaan akan lebih menggembangkan kemampuan bahasa anak
dan membentuk pola bahasa masing-masing. Dalam penggunaan model ini guru harus
banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk diskusi atau komunikasi
bebas. Oleh karena itu sarana perkembangan bahasa seperti buku-buku,surat kabar
majalah dan lain-lainnya hendakknya disediakan disekolah maupun dirumah.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Perkembangan bahasa adalah
meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi baik alat komunikasi
dengan cara lisan,tertulis,maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu
dan menguasai alat komunikasi disini diartikan sebagai upaya seseorang untuk
dapat memahami dan dipahami orang lain.
2. Karakteristik
perkembangan bahasa anak dapat dijelaskan melalui beberapa tahap yaitu tahap babbling/celotehan, tahap satu
kata,tahap dua kata, dan tahap ujaran telegrafis.
3. Faktor yang mempengaruhi
perkembangan bahasa, yaitu jumlah anak atau jumlah keluarga, umur anak, kedwibahasaan (Pemakaian dua bahasa), kondisi fisik, kecerdasan,
dan kondisi lingkungan
4. Permasalahan perkembangan
bahasa anak terjadi apabila tingkat perkembangan bicara
berada dibawah tingkat kualitas perkembangan bicara pada umumnya.
5. Implikasi
perkembangan bahasa anak dalam praktik pendidikan dan bimbingan dapat berupa Pertama, anak
perlu melakukan pengulangan (menceritakan kembali) pelajaran yang telah
diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri. Kedua,
berdasarkan hasil identifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa murid
dengan menambahkan pembendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara
tepat dan benar oleh guru.
3.2 Saran
Bagi para orang tua hendaknya menerima keunikan bahasa anak dengan kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki.
Bantu dan beri dukungan anak untuk mengenali kelebihan dan menerima kekurangan mereka. Bekerja samalah dengan
guru, sehingga ada kesinambungan dalam pengamatan perkembangan anak.
DAFTAR PUSTAKA
Agustiansyah. 2011.
Perkembangan Berbicara Anak . Diakses tanggal 30 Maret 2012. http://agustian-syah.blogspot.com.
Giel. 2010. Perkembangan
Bahasa Anak. Diakses tanggal 30 Maret
2012. http://edichugiel.blogspot.com/2010/01/makalah-perkembangan-bahasa-anak.html.
Kurniawan, I. 2011. Karakteristik Perkembangan Bahasa. Diakses tanggal 8 April 2012. http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com/2011/11/makalah-karakteristik-perkembangan_5637.html.
Sjarkawi. 2003. Bahan Ajar Perkembangan Peserta Didik.
Jambi : PIPS FKIP Univeritas Jambi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar